Dandim 0109/Singkil Hadiri Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Negara

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Dandim 0109/Singkil Letkol Kav Kapti Hertantyawan S.H menghadiri Rapat Koordinasi (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di istana negara, Jakarta, Selasa (6/2/2018). 

Dalam Rakornas ini ikut dihadiri langsung Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kapolri, Para Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolda dan Kapolres yang wilayahnya rawan terhadap kebakaran hutan.

Dandim melalui Via WhatsApp kepada mengatakan Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di istana negara tersebut turut serta membahas tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2018. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Berdasarkan undangan yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dari Provinsi Aceh ikut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Pangdam IM, Kapolda Aceh, Bupati Aceh Barat, Bupati Aceh Jaya, Bupati Nagan Raya, Bupati Aceh Singkil, Kadis LHK Aceh, Ka BKSDA Aceh, serta Danrem, Dandim dan Kapolres (Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Singkil). 

Menurut Dandim, didalam Rakornas yang berlangsung sejak pagi tadi ikut serta mendapat pengarahan langsung dari Menko Peremonomian Darmin Nasution dan Presiden Jako Widodo.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Menko Perekonomian, telah terjadi penurunan yang signifikan terhadap karhutla. Dimana dijelaskan pada tahun 2015 terjadi karhutla seluas 2,6 juta ha, 2016 seluas 146 ribu ha, dan 2017 seluas 126 ribu ha. 

Sementara berdasarkan prakiraan dari BMKG, tahun 2018 curah hujan akan lebih rendah dari tahun 2017. Maka dari itu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pengarahannya juga mengingatkan agar ditingkatkan kesiapsiagaan, deteksi dini, serta kewajiban menjaga dan menyediakan sapras bagi korporasi.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan bahwa apa yang sudah baik sekarang harus kita jamin, jangan sampai karhutla kembali merusak reputasi dan kredibilitas Indonesia di dunia internasional. 

Disampingitu, semua jajaran dari Pemerintah Aceh juga sudah siap untuk melakukan pencegahan dan pengendalian karhutla. Ada Beberapa langkah dan antisipasi yang sudah direncanakan.

"Karhutlah bisa kita cegah, atau setidaknya diminimalisir, jika kita bersama semua elemen masyarakat, kerja bersama-sama",sebutannya. [Jamal]

Index Berita